23 April 2009

Precious Experience

Today, I finally know what life is. Today, my view of something has change. Gue ga akan pernah nyia nyiain makanan lagi. Gue ga akan pernah nyia nyiain uang dengan seenaknya lagi. Gue akan menghargai semua yang ada di dunia ini. Bersyukur dari apa yang gue miliki.

This day, the most wonderful mother for me told me something that made me could say the things that I think I could never say before.

Selama ini gue hanya mendengar kisah tentang orang orang sukses yang bagaimana sengsaranya hidup mereka sampai bisa menjadi sukses kayak sekarang. Hanya mendengar. Tanpa tau kalo orang orang kayak gitu ternyata ada di deket gue.

Nyokap gue bercerita tentang seseorang yang dulunya adalah anak desa biasa, dari golongan keluarga yang bisa dibilang kurang mampu yang memiliki keinginan kuat untuk maju dan ingin berkehidupan sukses. Gue diceritain semuanya tapi ga mau posting dulu soalnya takut beliau ga ngebolehin ^^;

Tadi juga gue nonton Bedah Rumah. Subhanallah deh itu bikin gue nangis terus tiap nonton (emang gue gini kok-.,-). Betapa gimana ya, orang orang yang hidupnya susah itu tinggal di rumah yang sangat ga layak yang malah dijadikan kandang ternak buat orang orang pada umumnya, lebih diangkat derajat hidupnya oleh tim Bedah Rumah. Mereka di bawa ke Hotel selama proses pembedahan rumah. Mereka ke tempat yang mereka pikir dari dulu ga akan pernah ke sampaian buat pergi liburan ke sana karena buat hidup aja susah, gimana mau senang senang? Dan disana mereka juga makan makanan yang ga pernah mereka cicipin sebelumnya. Dan setelah senang senang, mereka kembali ke rumah mereka yang udah dibedah. Ada yang nangis, sujud syukur, malah pingsan. Untuk kita yang rata rata orang tuanya berkecukupan mungkin ngerasa 'ah biasa aja tuh rumahnya' dan sebagainya, tapi saat tadi gue nonton gue mikir hal yang beda. Gue juga seneng dan bersyukur akhirnya mereka mendapatkan tempat tinggal yang akhirnya bisa disebut rumah.

Hidup itu emang harus diliat dari berbagai sisi, nggak bisa hanya dari masalah pribadi dan sebangsanya. Kita juga harus ngeliat orang dibawah kita. Dengan itu kita akan menjadi orang yang lebih bersyukur dalam sesuatu dari sebelumnya.

.......tumben gue bisa ngomong hal bijak kayak gini. Hahaha

No comments: